Baby Travel Gear Andalan!

Traveling bersama bayi tidak lagi mengintimidasi, berkat perlengkapan anak yang pas buat menjelajah dunia bersama.

Jika di Indonesia, perjalanan keluarga kecil kami sering dilakukan dengan mobil pribadi, nah giliran di Belanda maka moda transportasi umumlah yang jadi andalan. Akibatnya, tentu kami harus lebih selektif memilah barang yang penting buat dibawa karena keterbatasan tempat dan tangan.  Untungnya semakin banyak perlengkapan anak yang mengunggulkan segi kepraktisan, seperti beberapa travel gear berikut yang jadi andalan ketika kami berpergian :

#1 Stroller Pock It

Sejak Najwa lahir, kami menahan diri ga beli stroller baru karena kami tahu akan pindah ke Belanda dan lebih butuh stroller yang pas untuk travelling. Sayangnya, kebanyakan stroller buat new born kurang praktis buat dibawa berpergian ala backpacker, jadilah kami meminjam stroller dari keluarga yang masih bisa pake J *Terima kasih yah teteh Zara.

Sebulan sebelum kami berangkat, ketika Najwa berusia 8 bulan, baru lah kami mulai mencari stroller idaman yang ringkas tapi tetap tahan disegala medan. Pilihanpun akhirnya jatuh pada stoller seri Pock It dari Cocolate yang berbobot hanya 3.9 kilogram dan bisa dibawa masuk ke kabin pesawat, bahkan produsennya klaim produk mereka sebagai stroller paling compact hingga kini.

Yuph! Kami setuju. Dengan dua tombol untuk melipat dan membukanya, stroller ini sukses dibawa kemana-mana dan hanya membutuhkan sedikit tempat ketika dalam keadaan terlipat. Bisa di kabin pesawat, atau dibawah kursi kereta, bahkan diikat diatas boncengan sepeda juga cukup ringan.

Sayangnya, jika dibandingkan stroller konvensional, ada beberapa hal yang dihilangkan sebagai konsekuensi dari bentuknya yang ringkas. Kanopinya cuma formalitas, ga bisa sepenuhnya melindungi anak dari matahari, apalagi hujan. Posisi ga bisa diatur jadi tidur, hanya bisa duduk. Di seri awal Pock It yang kami beli, bahkan kain kursinyapun ga bisa dibuka kalau mau dibersihin pakai mesin cuci. Untungnya di seri berikutnya beberapa fitur mendapat perbaikan.

Sebagai alternatif, ada juga merk lain yaitu BabyZen Yoyo. Lebih bulky, tapi bisa dipakai dari bayi new born sampai balita (need replacement part), dan pastinya lebih nyaman lengkap dengan kanopi yang juga cocok disegala cuaca.

 

P1010095
Stroller Pock-it, kecil-kecil cabe rawit. Saat berjalan di medan berpasir, stroller ini berhasil menyelamatkan koper 4 wheels yang “kelelep”

 

#2 Boba Air (Baby Carrier)

Nah, barang satu ini perkaranya wajib dibawa kalau jalan kaki, bawa stroller, naik kereta, bahkan naik sepeda. Saking akrabnya, saya dan suami jadiin Boba sebagai kata kerja; “Pah, najwa di-boba-in aja yah soalnya pindah keretanya bentar lagi”, atau “ga usah bawa stroller lah, kalau cape nge-boba aja”.

Boba sendiri termasuk brand bagus untuk baby carrier, terutama tipe Boba Air yang jadi istimewa karena desain dan bahannya yang sengaja dibuat untuk para traveler parents. Bisa dilipat sampai sebesar clutch mini, tapi ketika dipake sanggup menahan berat badan anak sampai 20 kilo (!) *tapi yah semakin berat anaknya, makin ogah lama-lama gendongnya bikin rematik dini.

Alhamdulillah, Boba Air ini kado kesayangan dari temen-temen Geger Jr yang memang sengaja dikasih sekalian buat persiapan traveling sejak di Belanda. Tapi prakteknya, kepake banget sejak Najwa 6 bulan di Indonesia, apalagi kalau anaknya ngantuk, di-boba-in pasti cepet deh tidurnya. Begitu bertambah berat dan bisa jalan, Najwa pun bisa dipindah posisinya; ga cuma kaya bayi koala di depan, tapi juga posisi gendong belakang.

Peran si Boba ini walau ga sesering dulu dipakenya, tapi tetep krusial saat travelling. Ketika Najwa ga mau naek stroller, ataupun di jalan rewel padahal dah jam tidurnya, juga saat ribet pakai stroller; misalnya ketika ngantri check in di bandara, atau pindah kereta di stasiun yang beda peron, nah si Boba inilah penyelamat hari dan hati kami.

Honestly, I truly recommend this item (^_^)

 

#3 Okiedog Sumo Diaper Bag

Selama hampir dua tahun ini saya ikhlas berpisah dulu dengan tas-tas unyu nan imut. Ketika bayi beranjak jadi toddler pun, masih wajib punya tas mumpuni yang tahan buat di-bully, tapi tetap nyaman tentunya. Apalagi kalau lagi traveling, pilihan paling ok buat saya adalah tas yang convertible, bisa dijadikan backpack ataupun shoulder bag.

Nyarinya ga mudah memang, cuma ada beberapa merk yang bikin tas semacam ini, tapi harganya juga mahal (>_<). Makanya ketika di Indonesia, diputuskanlah beli tas merk MARS seharga 300ribuan. Ternyata…. ga sampai 5 bulan sudah robek sana sini, padahal dah dapet testimoni bagus dari teman. Mungkin saya yang terlalu jaHAP sama tas itu huhuhu.

Lalu datanglah inisiatif beli tas baru dari suami, maklum dia lagi punya hobi baru window shopping di amazon.de (amazon jerman, yang kasih gratis ongkos kirim ke belanda). Jadilah perburuan tas dimulai, dan akhirnya diputuskan beli Okiedog Sumo, dengan warna putih pink karena paling murah dibanding warna lain (it’s a simple reason).

Kalau punya budget lebih, boleh juga loh nyobain Jujube, atau Pickle Petunia Bottom. Ngeliat desain-desainnya emang bikin ngiler, tapi saya sih sudah bahagia dengan si Okiedog Sumo karena; muat buanyak, kantongnya dimana-mana, dann dikasih aksesoris lengkap termasuk kait buat gantungin di stroller (penting banget). Walau bawaan berat, tapi karena desain-nya yang mantap jadi pas digendong pun terasa nyaman di pundak dan lebih ringan (karena pembagian berat lebih bagus, kata dokter mesin).

Okiedog Sumo memang bisa dibeli disini dalam berbagai pilihan warna, tapi harga beli lebih murah kalau di Indonesia (cek ig shop aja mom), bahkan kalau beruntung bisa ke pameran mom & baby di Indonesia biasanya suka dapet diskon lagi. Oh ya, tas ini pun bisa dicuci di mesin cuci loh, tapi biar aman lebih baik set di putaran rendah.

 

P1000992.jpg
Satu tas isi makanan & gadget, satu tas lagi khusus perlengkapan anak

 

 

#4 Kamera Digital & Octopus Tripod

Percayalah, duet octopus tripod sama stroller tuh maut banget. Berkat kolaborasi mereka, kami bisa punya foto-foto ciamik dalam setiap perjalanan. Ehm.. maksudnya kami bertiga masuk semua on frame bukan sekedar tag team ganti-gantian foto.

Dengan fleksibilitas octopus tripod, lebih mudah untuk mengarahkan kamera ke sisi yang kita inginkan, juga kakinya bisa dipakai untuk mencengkram badan stroller. Setidaknya kami lebih merasa aman karena kamera “terikat” ke stroller, susah buat pencuri yang niat sprinter dikala objek foto sedang lengah, ataupun terhindar dari resiko jatuh karena orang yang lalu lalang.

Kamera yang saya pakai adalah Panasonic Lumix GF7 (beli di Media Markt Belanda). Berhubung DSLR itu besar, Tipe mirrorlens yang bisa digonta-ganti lensanya, LCD display nya juga bisa di flip tampak depan buat akses selfie, dan yang terpenting punya fitur wifi. Jadi tinggal download image app, dah dari hp kita bisa akses semuanya, termasuk setting, dan lihat situasi yang mau diambil fotonya dari sudut pandang kamera. Dengan catatan, jarak wifi nya terbatas, jadi kalau terlalu jauh lebih baik pakai fitur self-timer.

Perkara dokumentasi pas traveling emang bikin mupeng kalo liat Instagram travel photographer semacam @sweet.escape atau @flytographer. Setidaknya berbekal kombo kamera digital, tripod, dan stroller kami bisa punya foto ala-ala mereka lah, lebih kece dibanding pake tongkat selfie. Buat saya, daripada bayar minimal 300 dollar buat hire photographer selama dua jam, lebih baik berinventasi di kamera dan peralatannya yang bisa dipake kapan dan kemana aja kan.

Berbekal peralatan diatas, dan se-tas makanan buat anak gembul, rasanya kami lebih “ringan” berlibur di berbagai medan. Jangan ragu bertualang bersama penjelajah cilik, dan berbagi pengalaman bersama yang tak terlupakan (juga tak teringatkan buat Najwa yang belum 2 tahun hehe). Selamat berlibur!

P1000971.jpg
Hasil kombo tripod + kamera digital + stroller (^_^)
Advertisements